Rabu, 28 November 2007

Penjajah: Perusahaan Atau Negara

Seorang teman, mahasiswa antropologi UGM, bercerita ujian skripsinya kepada saya. Skripsinya bertema tentang, barangkali kurang tepat karena saya agak lupa, indentitas dan pakaian modis/perlente di kalangan anak-anak muda Kota Ambon. Skripsinya juga memuat sedikit narasi sejarah khususnya narasi sejarah ambon dan relasi-relasi-nya (orang-0rang Ambon) dengan orang-orang Belanda.

Salah seorang dosen penguji, dosen senior di Antropologi UGM, mengajukan pernyataan, "Apakah singkatan dari VOC?".

Sang teman dengan sangat terkejut kurang mampu menjawab dengan cepat. Meskipun pada akhirnya ia bisa menjawab, yaitu Vereenigde Oostindische Compagnie, namun makian dari sang dosen tetap muncul. Sang dosen memaki, "gimana toh kamu katanya bergaul akrab dengan anak-anak sejarah kok ndak tahu singkatan VOC. Sang dosen memaki dengan kata-kata demikian karena sang teman itu dalam kata pengantarnya mengucapkan terima kasih buat rekan-rekan karib di KSS, kelompok studi sejarah. Suatu kelompok studi dan diskusi yang digagas oleh anak-anak sejarah UGM kelahiran tahun 1980-an awal--dalam istilah keren "generasi baby boomers Indonesia". Terutama Farabi Fakih, salah seorang penggagas utama.

Sang dosen lanjut bertanya, "VOC itu siapa? perusahaan atau negara." Teman saya menjawab, perusahaan. Lalu dengan nada tinggi sang dosen berujar, "lalu mengapa dalam tulisan kamu ini kamu tulis penjajah kita negara dan bangsa Belanda."

Bagi saya sepenggal cerita itu sangat menarik. Satu cerita yang patut dan boleh atau bisa dipen-ting-kan meskipun tidak penting, kelihatannya. Lepas dari literatur mendalam soal VOC, yang jelas negeri kita (bukan negara) pernah dijajah oleh sebuah perusahaan dagang. Dan sepertinya masih berlanjut sampai kini. sebagaimana satu kalimat dalam satu puisi, "Roh-roh Belanda masih bergentayangan di negeri ini..."

*****


Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Perusahaan Hindia Timur) atau VOC, didirikan pada 20 Maret 1602, adalah perusahaan Belanda yang punya monopoli dalam aktivitas perniagaan di Asia. Disebut Hindia Timur karena ada pula VWC yang merupakan perserikatan dagang Hindia Barat. Perusahaan ini dianggap sebagai perusahaan pertama yang mengeluarkan pembagian saham.

Meskipun sebenarnya VOC merupakan sebuah organisasi niaga saja, tetapi organisasi ini istimewa karena didukung oleh negara dan diberi fasilitas-fasilitas yang istimewa. Misalnya, VOC boleh memiliki tentara dan boleh bernegosiasi dengan negara-negara lain. Boleh dikatakan VOC adalah negara dalam negara.

VOC terdiri 6 Bagian (Kamers) di Amsterdam, Middelburg (untuk Zeeland), Enkhuizen, Delft, Hoorn dan Rotterdam. Delegasi dari ruang ini berkumpul sebagai Heeren XVII (XVII Tuan-Tuan, barangkali semacam direktur perusahaan). Kamers menyumbangkan delegasi ke dalam tujuh belas tuan-tuan itu sesuai dengan proporsi modal yang mereka bayarkan; delegasi Amsterdam berjumlah delapan.

dari: wikipedia Indonesia

Tidak ada komentar: