Kamis, 02 April 2009

23 Juli 2008



Jul 23, '08 3:03 AM
for everyone

Meskipun hidup rasanya beruntung, punya pekerjaan sebagai Tenaga Kerja Intelektual di Kantoor van Intelektuil di bilangan Gatot Subroto 10, namun sayang saya tetap merasakan bahwa saya gagal menggapai impian yakni studi di Leiden dan keliling Eropa dan menerjemahkan dan mempublikasikan buku sejarah politik demokrasi parlemen mahakarya Herbeth Feith. Kadang, Saya linglung dan seorang kawan pun menyebut saya, seorang laki-laki yang tak ada niat untuk hidup.

Senja kemarin, saya kalbu saya merasakan linglung semacam itu. Wajah saya tak sedap dipandang, apalagi ditoleh sekejap pun. Senja kemarin, saya mencetak foto di Toekang Tjetak Foto di BenHill. Foto itu merekam liburan saya dan sang kekasih di Tjandi Borobudur dan Lereng Merapi Ketep di Magelang. Ketika foto sudah dicetak dan hasilnya diserahkan pada saya, saya pun langsung menarik nafas... dan berkata pelan "ah.. jogja..."

Sebelum pulang ke kos saya minum teh botol sosro di pinggir jalan dekat deretan toekang ojeg di BenHill. Sekali meneguk teh botol saya melamun dengan sedih. Apa yang telah aku hasilkan. Tanpa sengaja saya memandang langit di atas lalu menoleh ke sebuang gedung tinggi, Sampurna Building. Ya Allah. Tinggi sekali gedung itu...

"ah Jakarta adalah kota niaga untuk orang-orang Cina, dan birokrat pribumi, kebanyakan dari Bumi Mataram, Jogja Jawa Tengah dan Timur, jelas sekali takkan sanggup menyamai kecekatan, kecakapan, dan ketekunan orang-orang Cina itu, kelas menengah sejati Indonesia" dalam menciptakan dan mengalirkan banyak uang."

.....

Tidak ada komentar: