Kamis, 02 April 2009

Melamun di Angkringan YUK sawit sari

malam, jam 12 lewat 4 menit. Saya duduk menghadap komputer di sebuah meja. Di depan saya ada enam orang anak muda. Empat orang sedang main kartu, satu orang membuka komputer. jinjing. Satu orang lain, seorang perempuan berkerudung menonton dengan tatapan payah, mengantuk. Ada satu nasib yang sama antara mereka dengan saya. Kami sama sama alumni fakultas sastra ugm yang masyhur di masa lampau.

Namun, berbeza dengan saya, mereka nampak riang. Tak ada muka sedih. Bahkan, seorang dari mereka merokok dengan nikmat. Saya membatin dalam hati, wajah-wajah mereka nampak sama, seperti empat tahun lampau saya melihat mereka di kantin bonbin sastra yang masyhur itu. Saya tak kenal mereka namun wajah mereka tak asing bagi saya. Dan barangkali, wajah saya tak asing buat mereka

saya mengantuk....... dan saya kalah

2 komentar:

Elok Halimah mengatakan...

Kam.....masyalloh...jangan terlalu banyak merenungkan hidup yo. Ben ora tambah stress. Hehehehe. Aku dulu juga ikut menikmati kejayaan warung Bonbin!

Anonim mengatakan...

satu tahun sudah berlalu
kamu masih ngangkring di situ
kalah menangkah kini hidupmu?

-seorang dari empat pemain kartu-